Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Artikel Bahasa Berita Sastra

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Melaksanakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah

Palu, 13 November 2023 — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi  (Kemendikbudristek) melalui Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) bagi Siswa SD dan SMP Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023. Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan kepada peserta didik atas semangat dan dedikasi mereka dalam mengikuti program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Asrif, M.Hum. mengatakan bahwa FTBI adalah program unggulan Merdeka Belajar Episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah. Program ini bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah dengan menumbuhkan kecintaan penutur muda melalui pembelajaran bahasa daerah di sekolah dan komunitas. Di Sulawesi Tengah, ada empat bahasa daerah yang direvitalisasi yaitu bahasa Kaili, bahasa Pamona, bahasa Banggai, dan bahasa Saluan.

Kegiatan FTBI dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 13—15 November 2023 di Hotel Best Western Coco Plus Palu. Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Fahrudin D. Yambas, S.Sos., M.Si. Fahrudin menyampaikan sambutan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura, yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan FTBI demi mengenalkan dan melestarikan bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Tengah kepada generasi muda dan masyarakat.

Selain Fahrudin, Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Dr. Iwa Lukmana, M.A. dan Akademisi Universitas Tadulako, Dr. H. Gazali Lembah, M.Pd. Dalam sambutannya, Iwa menyampaikan bahwa program RBD adalah program unggulan Badan Bahasa dalam melestarikan bahasa daerah. Iwa turut mengapresiasi keterlibatan para siswa dan guru dalam program RBD ini serta mengajak para peserta untuk aktif menggunakan bahasa daerahnya dalam pergaulan sehari-hari. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah bahasa daerah di Sulawesi Tengah lenyap karena kehabisan penutur.

“Menurut UNESCO, satu bahasa daerah bisa hilang setiap dua minggu karena sudah tidak punya penutur. Oleh karena itu, Badan Bahasa sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Iwa (Senin, 13/11).

Dalam kegiatan FTBI, ada enam mata lomba yang dipertandingkan, yaitu mendongeng, berpuisi, berpidato, tembang tradisi, menulis cerpen, dan lawakan tunggal (stand-up comedy). Kegiatan ini diikuti oleh 60 siswa terpiliih dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Banggai Kepulauan.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *