Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Bahasa Berita Sastra

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Melaksanakan Pelatihan Guru Utama (Training of Trainers [ToT]) Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Poso

Poso, 8 Mei 2023 — Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Pelatihan Guru Utama di Kabupaten Poso. Pelatihan ini merupakan bentuk pelestarian bahasa daerah di Sulawesi Tengah khususnya Bahasa Kaili yang menurut data Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra Kemdikbudristek tergolong dalam kategori rentan. Pelatihan ini juga merupakan upaya bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pelestarian bahasa daerah sebagai warisan bangsa.

Pelatihan Guru Utama merupakan rangkaian kegiatan ketiga dari Program Merdeka Belajar Revitalisasi Bahasa Daerah. Sebelumnya Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah telah melaksanakan Rapat Koordinasi dengan 5 Pemerintah Kabupaten dan Kota yakni Pemerintah Kota Palu, Kab. Poso, Kab. Banggai, Kab. Banggai Kepulauan, dan Kab. Donggala. Dari rapat tersebut dihasilkan kesepakatan untuk pelaksanaan program RBD di lima Kabupaten Kota tersebut. Setelah Rapat Koordinasi dengan Pemda, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dengan para pakar untuk menyusun modul bahan ajar yang akan dijadikan referensi bagi peserta ToT dalam mengajarkan bahasa daerah yang menyenangkan di sekolah atau komunitas masing-masing.

Kegiatan Pelatihan Guru Utama dilaksanakan selama lima hari pada tanggal 8—12 Mei 2023 berlokasi di Hotel Ancyra Kabupaten Poso. Pelatihan ini dihadiri oleh 62 orang peserta yang terdiri dari guru SMP dan SD, serta budayawan pegiat bahasa daerah yang berasal dari Pamona Selatan, Pamona Tenggara, Pamona Timur, Pamona Puselemba, Pamona Barat, Pamona Utara, Lage, Poso Kota Selatan, Poso Kota Utara, Poso Kota, Poso Pesisir, Poso Pesisir Selatan dan Poso Pesisir Utara.

Yusak Mentara, Asisten Administrsi Umum Kabupaten Poso, menyampaikan bahwa terancamnya bahasa daerah dan perlu dilestarikan sebab para orang tua enggan berbahasan daerah.

“Itu menjadi salah satu faktor penyebab kemunduran bahasa daerah. Jika tidak dilakukan revitalisasi bahasa daerah, bisa-bisa bahasa Pamona mengalami kepunahan,” ujar Yusak

Kasubbag Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Anita Yudistira dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan bahasa Kaili melalui pelatihan bagi guru master yang akan mengimbaskan kembali kepada teman sejawat, siswa dan atau anggota komunitas.

Selama kegiatan para peserta akan diberikan materi tentang dasar-dasar membaca dan menulis cerpen, puisi, mendongeng, tembang tradisi, pidato dan komedi tunggal berbahasa daerah. Keenam materi  tersebut akan diajarkan kembali oleh peserta ToT ke sesama rekan guru dan murid di sekolah dan komunitas masing-masing.

Pelatihan ini menggabungkan praktik dan materi. Pemateri membimbing peserta baik secara individu maupun kelompok dan peserta juga sangat aktif dalam berinteraksi secara langsung dengan pemateri. Melalui kegiatan ini, bahasa Kaili diharapkan dapat tetap terjaga kelestariannya dengan memunculkan tunas-tunas baru penutur bahasa ibu yang mencintai bahasa daerahnya.

#revitalisasibahasadaerah

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *