Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Bahasa Berita Sastra

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Melaksanakan Rapat Koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2023

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Melaksanakan Rapat Koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2023.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Pemerintah daerah terkait program revitalisasi bahasa daerah.
Revitalisasi Bahasa Daerah merupakan program merdeka belajar episode 17 yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek di tahun 2022. pada tahun 2023 sulawesi tengah terpilih menjadi salah satu dari 19 provinsi yang melaksanakan program revitalisasi bahasa daerah.


Tahapan awal dari program revitalisasi bahasa daerah adalah rapat koordinasi antarinstansi dalam hal ini Badan Bahasa dan Uptnya dengan pemda dalam hal ini dinas pendidikan. Pada tanggal 16-17 Maret 2023, balai bahasa provinsi sulawesi tengah melaksanakan rapat koordinasi dengan pemerintah Kota Palu, Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Donggala, dan Poso yang bertempat di Hotel Best Western Kota Palu. Rapat tersebut membahas tentang kerjasama dalam merevitalisasi bahasa daerah di provinsi sulawesi tengah yakni bahasa Kaili, Banggai, Saluan, dan Pamona.


Rapat tersebut dihadiri oleh 50 orang peserta yang merupakan perwakilan dari dinas pendidikan, BAPPEDA, tokoh adat, akademisi dan pegiat bahasa dari 5 kabupaten kota yang menjadi target pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tengah di tahun 2023. Rakor tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. E. Aminudin Aziz, Ph.D. dan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ir. H. M. Faizal Mang, MM.


Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. E. Aminudin Aziz, Ph.D., dalam paparannya mengenai revitalisasi bahasa daerah menegaskan bahwa isu kepunahan bahasa adalah hal yang terjadi di seluruh dunia. Setiap dua minggu setidaknya terdapat satu bahasa daerah di dunia yang mengalami kepunahan. “Revitalisasi bahasa daerah bertujuan menumbuhkan sikap cinta penutur jati terhadap bahasa daerahnya melalui model pembelajaran yang unik yang sesuai dengan wilayah masing-masing.” ujar Prof. Aminudin.


Selain itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ir. H. M. Faizal Mang, MM. dalam sambutanya berharap agar kepunahan bahasa daerah di sulawesi tengah dapat dielakan. “Semoga dengan adanya revitalisasi bahasa daerah dapat mencegah kepunahan bahasa daerah dan sekaligus mendorong penggunaan bahasa daerah sebagai pelengkap penggunaan Bahasa Indonesia.” ujar faizal mang.
Rapat tersebut diakhiri dengan penandatangan komitmen dari kelima kabupaten kota untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah di wilayah masing-masing.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *