Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Puisi

Kumpulan Puisi Oleh Syahari Ayu Bachtiar

Puisi “Hikayat Resolusi, Bahasa Ibu, Padamu Wahai Negeri” Kumpulan Puisi Oleh Syahari Ayu Bachtiar HIKAYAT RESOLUSI Setiap tahun hampir usai Manusia mengarang-ngarang resolusi Sebulan dua bulan jadi basi Lalu tahun kembali berjalan lunglai dan lalai Tahun yang baru, letupan semangat…

Puisi “Ladang Kering, Menjadi Manusia, Bertemu dan rindu” Kumpulan Puisi Oleh Muhammad Fadli Muslimin

Ladang Kering Sawah dan irigasi beralih fungsisengkedan meracau luapan air bahmenyeret muntahan bumi ke permukaanmenangis seisi bumi menghujat sang pemilik Ladang-landang gandum telah kering kerontangtiada hijau di ladang tandusmerekah tanah subur cacing-cacing berselimut kafan Gunung-gunung mulus tanpa rambutsisir tiada kuasa merapikan…

“Saya ingin jadi Puisi, Sepagi ini, Penyesalan, Pagi ini kau berlayar” Kumpulan Puisi oleh Joe Hasan

SAYA INGIN JADI PUISI saya ingin jadi puisi dari setiap bait yang kau eja di langit di udara awan menyetujui perjalanan kita yang selama ini penuh kebohongan biarkan saya jadi tinta buat puisi yang kau tulis setiap hari meski selalu…

“Ada Apa di Kota?, Sebuah Kata Untuk Realita, Kasih Ingin Pulang, Sajak Senja” Puisi-Puisi karya Arfan Fauzan

ADA APA DI KOTA? Diksiku tidak seindah langit merah Jauh dari orang tua serasa hidup sendiri dan ternyata aku ada di kota perantauan mengadu nasib bertahan hidup untuk masa depan dan kini aku dilanda oleh kerinduan seperti senja  yang hidup…

“Cacat, Bukan Suara Sumbang, Kabar Apa? Apa Kabar?” Karya Aan

Cacat Kami hidup di tanah subur Kami hidup di tanah kaya Kami hidup di tanah melimpah Kami hidup dengan kotor Kami hidup dengan dusta Kami hidup dengan perasuah Rusak digerogoti Sesak ditanggung sendiri Diperdaya sampai mati Padahal di negeri sendiri…

“Gadis Peradaban Kota, Kematian Suluh Budaya, Gunung Botak, Merpati, Mekar” Puisi-Puisi Karya Moehammad Abdoe

Gadis Peradaban Kota Serupa itu lapar bertandang kepadamu wajahnya penuh murung dengan kepak mega dan benang langit yang menjuntai membasahi kotamu Jakarta (kota) metropolitan tak ada lagi huma, angin, lembah, dan bukit seperti bukan senyum gadis perawan dari desamu hidupnya…

“Astarte, Cinta Teramat Tua, Sendiri, Elemen, Mars” Puisi-Puisi karya Faris Al Faisal

ASTARTE     astarte, dari gerakan kecil sama sekali tak kentara, datang dari panggilan jiwa – yang mengubah   banyak hal kesedihan disetop, mata cokelatnya biarkan jadi biji yang tumbuh di tanah air malu-malu – mau-mau – lalu berseri bertukar udara langit…

“Narasi 2021, Ibu, Ayah” Puisi-Puisi Karya Moh. Reza

NARASI 2021 Di pagi yang porak-poranda media bersitegang pada kebijakan penguasa peristiwa demi peristiwa seakan menjadi air yang mengalir ke hulu mencari mangsanya untuk kematian Di tengah riuhnya omong kosong rakyat di paksa menjual tanah sebagai modal kesejahteraan katanya namun,…

Puisi “Abhati” Karya Ahmad Maulidi

Rindu itu mencari peraduan Langkahnya sedikit pelan Karena hujan turun jelang malam Desir angin lalu juga menghilang Sudah tidak ada lagi perasaan Tentang dunia yang fana Alam lebih memilih kenyataan Yang bercerita bahwa ujung jalan Adalah tempat yang nyata Abhati…

Puisi “Bencana Malam” Karya Ahmad Maulidi

Pulanglah kawan Sudah selarut ini Kau masih di luar Padahal bulan Sedikit lagi bergulir Pindah tempat Ke sepertiga malam Kau dengarkah itu? Suara burung-burung malam Telah berganti bunyi Tepat pukul satu dinihari Kokok ayam pertama Menyahut bangunkan malaikat Kembalilah ke…